Pasang IPv6 publik di MikroTik
RouterOS sudah punya WireGuard bawaan, jadi MikroTik tidak perlu agent. Kamu tambahkan sebagai device, unduh file konfigurasi sekali, lalu import. Sepuluh menit, sebagian besarnya menunggu file terunggah.
- RouterOS 7. WireGuard tidak ada di RouterOS 6. Cek dengan
/system/resource/print; kalau masih 6.x, upgrade dulu. - Router bisa keluar ke internet. ISP apa pun, di belakang NAT atau CGNAT tidak masalah. Tidak ada yang perlu di-forward ke router.
- Akun wayangi dengan device berbayar, atau slot gratis kalau kamu cuma mau mesh privat.
Empat langkah
-
Tambahkan device-nya
Di dashboard, buka Add a device, beri nama, lalu di bagian What is this device? pilih A MikroTik router.
Ada isian opsional RouterBoard serial. Kalau diisi, file konfigurasinya menolak diimpor di unit lain — berguna saat teknisi membawa beberapa router sekaligus. Ambil dari stiker, atau dengan:
/system routerboard printPakai CHR atau RouterOS x86? Keduanya tidak punya RouterBoard dan perintah di atas tidak mengembalikan apa-apa. Kosongkan saja isiannya; device akan terikat lewat kunci WireGuard-nya, persis seperti device yang pakai agent.
-
Unduh konfigurasinya, sekali
Buka halaman device-nya. Di kartu MikroTik RouterOS config ada tombol unduh.
File ini cuma bisa diunduh sekaliIsinya private key WireGuard device ini. Kami serahkan dan sekaligus menghapus salinan kami, jadi tidak ada unduhan kedua. Kalau hilang, rotasi token di halaman device: itu menerbitkan kunci baru dan file baru, sekaligus mematikan yang lama.
-
Unggah lalu import
Di WinBox, buka Files lalu seret file
.rscke daftarnya. Buka New Terminal dan jalankan import, pakai nama file persis seperti yang tertulis di halaman device:/import wayangi-<nama-device>.rscKalau lebih suka SSH daripada WinBox:
scp wayangi-nas.rsc [email protected]:/ ssh [email protected] "/import wayangi-nas.rsc"File itu memasang interface WireGuard, alamat-alamatmu, route, dan aturan firewall untuk trafik masuk, lalu menghapus dirinya sendiri dari router. Langkah terakhir itu penting: selama belum jalan, private key-mu masih tergeletak di daftar file router.
-
Pastikan sudah naik
Handshake biasanya masuk dalam sekitar 30 detik:
/interface/wireguard/peers printLihat
last-handshakeyang masih baru. Lalu pastikan alamatnya sudah menempel di interface:/ipv6/address print where interface=wayangiTerakhir, buktikan dari luar jaringanmu sendiri. Probe kami konek dari hub, jadi yang diuji adalah jalur masuk yang sebenarnya, bukan LAN-mu:
curl -s "https://wayangi.dalang.io/check?target=[YOUR-IPv6-HERE]:80"Bind dulu sesuatu ke alamat itu, kalau tidak ya tidak ada yang menjawab. Lihat Test that your tunnel works.
Apa yang sebenarnya dilakukan konfigurasi itu
Tidak ada yang disembunyikan, jadi silakan baca filenya sebelum diimpor. Urutannya:
- Menolak jalan kalau serialnya tidak cocok, bila kamu mengisinya.
- Membuat interface WireGuard bernama
wayangi, MTU 1420, dengan private key-mu. - Menambahkan hub kami sebagai satu-satunya peer, dengan keepalive 25 detik supaya tunnel tahan CGNAT.
- Memasang alamat tunnel dan IPv6 publikmu di interface itu.
- Menambahkan route hanya untuk lingkup tunnel. Sengaja tidak ada default route lewat tunnel: wayangi membawa trafik masuk, dan trafik keluarmu tetap lewat ISP-mu sendiri.
- Menambahkan dua aturan accept di urutan teratas firewall IPv6 supaya trafik masuk ke alamat publikmu tidak dibuang oleh chain yang default-nya drop.
- Menghapus dirinya sendiri dari router.
Kalau belum jalan
| Yang kamu lihat | Artinya |
|---|---|
no such item on /interface/wireguard | RouterOS 6. WireGuard baru ada di 7; upgrade routernya. |
| Import berhenti dengan error serial | Filenya untuk unit lain. Cek serial di halaman device, atau buat ulang device-nya tanpa serial. |
| Tidak ada handshake setelah beberapa menit | Router tidak bisa keluar ke hub lewat UDP. Sebagian firewall kantor dan kampus memblokirnya. Cek dengan /tool/torch interface=wayangi, lalu kabari kami — kami punya jalur cadangan TCP untuk kasus ini. |
| Handshake normal, tapi tidak ada yang sampai ke layanan | Ada yang membuang paket di antara alamat dan layanannya. Cek /ipv6/firewall/filter print kalau-kalau ada aturan drop di atas aturan kami, dan pastikan layanannya listen di alamat publik, bukan cuma di localhost. |
| Filenya tidak pernah diunduh dan tombolnya hilang | Kunci yang tidak diambil dihapus setelah 24 jam. Rotasi token untuk menerbitkan yang baru. |
Satu router, atau satu kantor?
Panduan ini memasang satu MikroTik di IPv6 publik, inbound saja, dan kamu yang mengelolanya. Kalau yang kamu mau sebenarnya IPv4 dan IPv6 publik dedicated untuk satu kantor penuh, dengan router yang kami sediakan dan kelola, failover ISP, dan pemantauan 24/7, itu produk yang berbeda: lihat Managed Router dengan IP Dedicated.